Fitur Interior
RUANG DISPLAY BARANG DAN RUANG TUNGGU KANTOR JASA
| S |
alah satu proses penjualan adalah memperkenalkan produk ke konsumen, baik produk unggulan maupun produk yang menduduki level ke 2. Penjualan barang maupun penjualan jasa perlu untuk diperkenalkan ke dunia pembeli, agar pembeli dapat mengerti benar apa yang akan dibelinya. Informasi yang sebenarnya akan diberikan oleh pihak penjual kepada para konsumennya, apalagi bila produk tersebut memiliki nilai yang unik dan unggul.
Untuk itu, kepercayaan konsumen akan barang atau jasa yang dipasarkan dapat terlihat dari cara mendisplay barang ruang pamer sehingga ruang display sangat penting bagi penjualan barang. Sedangkan kantor penjualan jasa terlihat dari ruang tamu dimana ruang tersebut sangat penting sebagai “wajah” dari bisnis jasa.
Ruang Display Penjualan Barang
Ruang dimana ditelakkan barang-barang yang akan dijual. Secara umum, pastilah konsumen atau calon pembeli yang datang dapat merasa nyaman memilih barang yang dipamerkan. Coba bandingkan antara toko makanan ringan khas daerah tertentu dibandingkan dengan toko kain tradisional. Keduanya mengusung nilai tradisional tapi cara menawarkannya berbeda. Toko kain tradisional, lebih nyaman bila calon pembeli dapat mematut dirinya menggunakan kain tersebut. Boleh jadi mereka dapat merasa nyaman dengan ke-privasian yang ada.
Begitu pula untuk tata letak barang, pastilah meletakkan makanan ringan berbeda dengan kain-kain yang bernilai mahal. Kesan anggun dan mahal, biasanya ditampilkan pada toko kain tradisional. Menggunakan lemari-lemari kaca yang dapat terlihat barang display, memberi kesan bersih. Berbeda dengan toko makanan ringan yang sudah terbungkus plastik, jajaran bungkusan plastik makanan disusun rapi pada rak-rak dengan ukuran yang tepat.
Perlu diperhatikan pula arah sirkulasi calon pembeli pada toko. Barang unggulan atau prioritas diletakkan diawal pembeli masuk ke dalam toko. Biasanya bergerak dari arah kiri baru kearah kanan dari toko.
Ukuran ruang sirkulasi juga perlu diperhatikan. Lebar ruang sirkulasi cukup untuk calon pembeli membawa barang yang dipilih atau keranjang dibawa. Lebar ruang sirkulasi tidak hanya untuk satu orang tapi juga dapat untuk 2 orang yang berbelanja bersama.
Begitu pula untuk tata letak pencahayaan dan jenis pencahayaan. Pencahayaan yang tepat dapat sangat membantu barang-barang tersebut dapat “mencuri” hati konsumen. Ruang yang terlalu gelap, membuat para konsumen enggan untuk memilih barang, karena ketidaknyamanan. Bila lampu dibuat sangat terang, maka hampir sama dengan pasar-pasar swalayan, tidak ada permainan prioritas barang. Karena dengan adanya tata cahaya yang baik, barang unggulan dapat lebih ditonjolkan.
Ruang Tamu Penjualan Jasa
Kondisi ruang tamu pada kantor penjualan jasa, merupakan “wajah” dari pemiliknya dan lingkup usahanya. Semua ruang tunggu kantor jasa harus nyaman dan dapat menyampaikan pesan “saya dapat dipercaya untuk memberikan solusi bagi anda”.
Untuk itu kehadiran elemen-elemen interior yang dapat memberikan ketenangan dihadirkan di ruang ini, seperti fountain kecil yang diletakkan di atas meja, alunan musik lembut, kursi yang ergonomis, dan beberapa majalah yang berkaitan dengan jasa Anda.
Bila ternyata kemungkinan ada beberapa kelompok tamu datang untuk berkonsultasi, maka bentuk meja dan kursi tamu dapat diatur sedemikian rupa sehingga mereka bisa menunggu secara berkelompok. Bentuk kursi pun dapat dilihat sampai seberapa lama, tamu menunggu. Bila cukup lama, maka pemilihan kursi yang cukup empuk dapat sebagai pilihan.
Bagi kantor jasa yang mengharuskan tamu menunggu cukup lama, dapat menghadirkan pojok untuk makanan dan minuman swalayan. Sebagai contoh ruang tunggu dokter spesialis diabetes, menyediakan pojok minuman teh hangat dengan gula rendah kalori.
Pemilihan warna, juga penting untuk ruang tunggu ini. Pemilihan warna cerah pada setiap elemen interior menggambarkan bisnis yang ada dibalik ruang tamu ini. Usaha yang dibidang jasa rekreatif, santai dapat dipilih warna cerah. Berbeda dengan usaha dibidang jasa serius, dapat dipilih warna yang lebih gelap, seperti hijau, merah marun dengan kombinasi warna krem atau emas.
Kesalahan dalam memilih warna terkadang dapat menjebak konsumen terhadap bidang usaha yang ada. Bisa juga warna-warna diambil dari warna yang ada di logo perusahaan. Warna dominan pada logo perusahaan dapat diterapkan secara dominan pula pada interior ruang tamu.(LR)
Sorry, the comment form is closed at this time.